Global
Sejarah pengembangan metode uji filter udara berefisiensi tinggi
Pembaruan Pameran
2022-10-31 21:30
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus-menerus, produksi produk industri modern serta kegiatan eksperimen ilmiah modern menuntut tingkat kebersihan udara dalam ruangan yang semakin tinggi; khususnya di sektor mikroelektronika, kedokteran, kimia, biologi, pengolahan pangan, dan industri lainnya, yang memerlukan lingkungan dalam ruangan berukuran miniatur, presisi tinggi, kemurnian tinggi, kualitas tinggi, dan keandalan tinggi. Cara utama untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan secara luas menggunakan filter udara dalam sistem pendingin udara bersih. Di antaranya, filter efisiensi tinggi (HEPA) dan filter ultra efisiensi tinggi (ULPA) berperan sebagai lapisan perlindungan terakhir terhadap partikel debu yang masuk ke ruang bersih. Kinerja filter-filter ini berkaitan langsung dengan tingkat kebersihan ruang bersih, yang pada gilirannya memengaruhi proses produksi dan kualitas produk.
Untuk tujuan tersebut, banyak negara telah merumuskan dan menetapkan standar yang relevan mengenai metode uji kinerja: Komisi Militer Amerika Serikat pada tahun 1956 merumuskan standar militer MIL-STD-282, yang menggunakan metode DOP (dioctyl phthalate), yaitu metode penyebaran cahaya ke depan. Alat ukur fotometri digunakan untuk mendeteksi rasio kekeruhan sampel gas sebelum dan sesudah melewati filter, guna menghitung efisiensi penyaringan filter tersebut. Standar ini hingga kini belum mengalami perubahan yang signifikan dan masih terus digunakan; standar BS3928 yang ditetapkan oleh Inggris pada tahun 1965 menggunakan metode nyala natrium. Alat deteksinya adalah fotometri nyala. Metode ini kemudian diadopsi dalam standar Eropa OV4ENT4/4 tahun 1973; China pada tahun 1985 menerbitkan GB6166-85 “Metode Uji Kinerja Filter Udara Efektif”, yang menetapkan metode kabut minyak dan metode nyala natrium sebagai metode uji kinerja yang berlaku secara hukum; Standar Industri Jepang JISB 1 “Metode Uji Kinerja Filter Efisiensi Tinggi” 1.1 menyatakan bahwa uji efisiensi filter efisiensi tinggi telah dijelaskan sebelumnya.
Metode deteksi efisiensi filter berkinerja tinggi bervariasi, namun setelah lebih dari setengah abad pengembangan dan evolusi, saat ini metode yang paling dominan dan cakupan penggunaannya sangat luas meliputi: metode DOP, metode penghitungan partikel, serta hukum ukuran partikel paling mudah menembus (MPPS).
1 Metode DOP merujuk pada metode pembentukan aerosol DOP melalui pemanasan (metode kondensasi) yang dilengkapi dengan pengukuran menggunakan fotometer. Metode ini pertama kali dikemukakan oleh Amerika Serikat: cairan DOP dipanaskan hingga menjadi uap, kemudian uap tersebut dikondensasikan menjadi tetesan-tetesan kecil dalam kondisi tertentu, sehingga tersisa partikel aerosol monodispersi berukuran sekitar 0,3 µm setelah tetesan yang berukuran terlalu besar maupun terlalu kecil dihilangkan. Setelah DOP dimasukkan ke dalam saluran udara, digunakan fotometer penyebaran cahaya untuk mendeteksi rasio kekeruhan sampel gas sebelum dan sesudah filter, guna menghitung efisiensi filter.
2 Metode penghitungan partikel Metode penghitungan partikel menggunakan alat penghitung partikel sebagai instrumen deteksi, sedangkan sumber debu yang digunakan berupa aerosol monodispersi atau polidispersi. Aerosol polidispersi dihasilkan melalui metode penyemprotan (generasi dingin). Partikel DOP kadang-kadang digunakan dalam sumber koloid, dibandingkan dengan partikel DOP yang dihasilkan secara termal. Bahan pembuatnya sama, namun tingkat dispersi dan metode deteksinya tidak sama 9927: 1999 “Uji kinerja filter udara bersih untuk penggunaan dalam ruangan menganut metode penghitungan partikel untuk menguji filter efisiensi tinggi; Eropa menetapkan standar BSEN-1822 pada tahun 1998–2000, dan menggunakan metode ukuran partikel paling mudah tembus (MPPS) untuk mendeteksi efektivitas filter. Berikut ini akan dianalisis dan dibandingkan berbagai standar di dalam dan luar negeri dari aspek pengujian efisiensi, deteksi kebocoran, serta sumber aerosol, dengan fokus pada masalah-masalah yang ada dalam proses pengujian kinerja filter efisiensi tinggi, serta menunjukkan arah penelitian dan pengembangan di bidang ini ke depan.
Blog Terbaru